Senin, 25 Januari 2016

Saidina Ali RA haram kan mut'ah


“Wahai manusia, aku pernah membolehkan kamu melakukan mut’ah dengan wanita. Kemudian Allah telah mengharamkan hal itu sampai hari kiamat. Oleh karena itu, jika masih ada yang memiliki wanita yang diperoleh melalui jalan mut’ah maka hendaklah ia melepaskannya dan janganlah kamu mengambil sedikit pun dari apa yang telah kamu berikan kepada mereka,” (HR. Muslim)

BAGI agama Syiah, Ali bin Abi Thalib adalah sosok imam maksum, suci tanpa cela. Titahnya harus ditaati, mengingat posisinya sebagai imam di mata Syiah, yang meyakini bahwa imam adalah penerus dari kenabian. Sedangkan posisi Ali, masih menurut kaum Syiah, adalah imam pertama setelah Nabi wafat, yang konon dilantik sendiri oleh Rasulullah.

Bagi Syiah, Ali-lah orangnya yang ditunjuk untuk menjadi penerus misi kenabian, beserta sebelas orang anak cucunya. menjadi penerus kenabian artinya meneruskan lagi misi kenabian, yaitu menyampaikan risalah Allah pada manusia di bumi. Tentunya ketika menyampaikan misinya tidak berbohong dan tidak keliru, karena para imam –menurut Syiah- adalah maksum, terjaga dari salah dan lupa, maka tidak mungkin keliru dalam menyampaikan amanat risalah, juga tidak mungkin berbohong ketika menyampaikan hadits Nabi.

Syiah Menghalalkan Mut’ah & Membenci Abu Bakar, Umar, Ustman & Muawiyah

Salah satu hal yang sangat dihalalkan dalam Syiah adalah nikah mut’ah, seperti dinyatakan oleh Al Hurr Al Amili dalam Wasa’ilu Syi’ah jilid 21 hal 13. Al Amili mengatakan : “Bolehnya nikah mut’ah adalah perkara aksiomatis dalam mazhab Syiah”. Bukan Al Hurr Al Amili sendirian yang menganggap bolehnya nikah mut’ah adalah hal aksiomatis dalam mazhab Syiah, Al Majlisi juga menyatakan demikian: “Beberapa hal yang termasuk perkara aksiomatis dalam agama syi’ah,” kata Majlisi, “adalah menghalalkan mut’ah, haji tamattu’ dan memusuhi Abubakar, Umar, Utsman dan Muawiyah.” Hal ini Bisa dilihat dalam Al I’tiqad hal 90-91.

Yang disebut aksiomatis adalah hal penting yang harus diyakini oleh penganut Syiah. Begitulah penganut Syiah di masa lalu, hari ini dan sampai akhir nanti akan terus meyakini bolehnya nikah mut’ah. Sesuatu bisa menjadi aksiomatis dalam Syiah mestinya karena sudah digariskan oleh para imam Syiah yang 12, yang menjadi rujukan Syiah selama ini dalam penetapan hukum, paling tidak itulah pengakuan Syiah selama ini, yaitu mereka merujuk pada penjelasan para imam. Apalagi imam pertama mereka setelah Nabi yaitu Ali bin Abi Thalib, menantu Nabi yang – lagi-lagi menurut Syiah- paling mengetahui ajaran Islam dibanding sahabat lain.

Namun bagaimana sikap Ali sendiri terhadap nikah Mut’ah?

Ahlussunnah menganggap nikah mut’ah adalah haram sampai hari kiamat, meskipun pada beberapa saat pernah dibolehkan oleh Rasulullah SAW. Pengharaman ini berdasarkan keterangan dari Rasulullah SAW sendiri yang mengharamkannya. Beberapa tahun kemudian Umar menyampaikan pengharaman tersebut pada para sahabat Nabi ketika menjabat khalifah. Namun syi’ah selalu menghujat ahlussunnah yang dalam hal ini mengikuti sabda Nabi, dan menuduh Umar –lah- yang mengharamkan nikah mut’ah, bukan Nabi.

Artinya di sini Umar telah mengharamkan perbuatan yang halal dilakukan. Dan hujatan-hujatan lainnya, yang intinya adalah “Rasulullah tidak pernah mengharamkan mut’ah, karena yang mengharamkan adalah Umar mengapa kita mengikuti Umar dan meninggalkan apa yang dihalalkan oleh Rasulullah SAW?” Dan pertanyaan-pertanyaan lainnya.

Ali, Haramkan Mut’ah Dengan Tegas

Namun ada yang janggal di sini, ternyata Ali malah dengan tegas meriwayatkan sabda Nabi tentang haramnya nikah mut’ah. Riwayat ini tercantum dalam kitab Tahdzibul Ahkam karya At Thusi pada jilid 7 halaman 251, dengan sanadnya dari :

Muhammad bin Yahya, dari Abu Ja’far dari Abul Jauza’ dari Husein bin Alwan dari Amr bin Khalid dari Zaid bin Ali dari ayahnya dari kakeknya dari Ali [Alaihissalam] bersabda: “Rasulullah mengharamkan pada perang Khaibar daging keledai jinak dan nikah mut’ah.”

Di sini Ali mendengar sendiri sabda Nabi dan menyampaikannya pada umat. Ada beberapa hal yang patut digarisbawahi di sini.

Pertama, bagaimana bisa ulama Syiah dan ustadz Syiah tidak menyampaikan hal ini pada umatnya? Hingga umatnya dengan suka ria melakukan mut’ah yang memang mengasyikkan di dunia namun merugikan secara akhirat dan bahkan tak masuk diakal—karena praktiknya tak ubahnya hewan saja.

Kedua, ketika para ulama Syiah menghadapi hadits shahih dari Nabi maupun imam yang tidak sesuai dengan mazhab Syiah, mereka mengatakan bahwa Nabi atau imam mengatakan hadits itu dalam kondisi taqiyah, artinya yang disabdakan tidaklah benar adanya. Misalnya hadits ini, ketika ulama Syiah tidak mampu menolak hadits ini karena sanadnya yang shahih, maka mereka mengatakan bahwa hadits ini disabdakan dalam kondisi taqiyah. Maksudnya adalah Nabi sebenarnya tidak mensabdakan hadits ini tetapi Ali bertaqiyah hingga menyebutkan hadits ini.

Maka jelaslah Ali mengikuti sabda Nabi SAW, bahwa nikah mut’ah adalah haram dilakukan saat ini, meskipun pernah dihalalkan oleh Nabi dalam beberapa kondisi, yaitu dalam kondisi perang. Tetapi Syiah saat ini menghalalkan mut’ah dalam segala kondisi, tidak hanya ketika kondisi perang. Ini bedanya nikah mut’ah yang pernah dibolehkan pada jaman Nabi SAW dan mut’ah yang menjadi sebuah aksioma dalam mazhab Syiah hari ini.

Dari sejak awal, Ali sendiri mengusir Abdullah bin Saba dan menyatakan Syiah itu sesat. Bagaimana bisa Ali bin Abi Thalib kemudian menghalalkannya? [islampos/the bolang]

Minggu, 24 Januari 2016

mufakat ulama

Mengingatkan Kemabali...
Benarkah Syiah bukan Islam.
Menambah Referensi Tentang FITNAH dalam Tubuh ISLAM.

RISALAH ‘AMMAN (Amman Messeg)

KONFERENSI PERSATUAN ULAMA’ ISLAM INTERNASIONAL

Konferensi ini diadakan di Amman, Mamlakah Arabiyyah Yordania, dengan tema “Islam Hakiki dan Perannya dalam Masyarakat Modern”. (27-29 Jumadil Ula. 1426 H. / 4-6 Juli 2005 M.)

Bismillahir-Rahmanir-Rahim

Salam Dan Salawat Semoga Tercurah Pada Baginda Nabi Muhammad Dan Keluarganya Yang Suci.

“Wahai manusia, bertakwalah kepada Allah yang telah menciptakan kalian dari satu jiwa…” (QS.An-Nisa (4) :1)

Sesuai dengan fatwa-fatwa yang dikeluarkan oleh Yang Terhormat:

1. Al- Imam Akbar Syaikh Mahmud Syalthuut, as-Syaikh Ahmad Thanthowi, Dewan Rektorat Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir.
2. Ayatollah Sayyid Ali Al-Sistani Mufti Besar Syi’ah Iraq.
3. Ayatullah ‘udhzma Sayyid Ali Khamenei al-Husaini Mufti Besar Syi’ah Iran.
4. Yang Terhormat Mufti Besar Kesultanan Oman.
5. Akademi Fiqih Islam Kerajaan Saudi Arabiyyah.
6. Dewan Urusan Agama Turki.
7. Mufti Akbar Kerajaan Yordania dan Para Anggota Komite Fatwa Nasional Yordania.
8. Syaikh Dr. Yusuf Al-Qaradawi Mufti Besar Sunni Mesir.

Sesuai dengan kandungan pidato Yang Mulia Raja Abdullah II bin Al-Hussein, Raja Yordania, pada acara pembukaan konferensi. Sesuai dengan pengetahuan tulus ikhlas kita pada Allah SWT, Dan sesuai dengan seluruh makalah penelitian dan kajian yang tersaji dalam konferensi ini, serta seluruh diskusi yang timbul darinya. Kami, yang bertandatangan di bawah ini, dengan ini menyetujui dan menegaskan kebenaran butir-butir yang tertera di bawah ini:

(1) Siapa saja yang mengikuti dan menganut salah satu dari empat mazhab Ahlus Sunnah (Syafi’i, Hanafi, Maliki, Hanbali), dua mazhab Syiah Ja’fariyyah dan Zaydiyyah, mazhab Ibhadziyyah dan mazhab Zhahiriyyah adalah Muslim. Tidak diperbolehkan mengkafirkan salah seorang dari pengikut/penganut mazhab-mazhab yang disebut di atas. Darah, kehormatan dan harta benda salah seorang dari pengikut/penganut mazhab-mazhab yang disebut di atas tidak boleh dihalalkan. Lebih lanjut, tidak diperbolehkan mengkafirkan siapa saja yang mengikuti akidah Asy’ari atau siapa saja yang mengamalkan tasawuf (sufisme). Demikian pula, tidak diperbolehkan mengkafirkan siapa saja yang mengikuti pemikiran Salafi yang sejati. Sejalan dengan itu, tidak diperbolehkan mengkafirkan kelompok Muslim manapun yang percaya pada Allah, mengagungkan dan mensucikan-Nya, meyakini Rasulullah (saw) dan rukun-rukun iman, mengakui lima rukun Islam, serta tidak mengingkari ajaran-ajaran yang sudah pasti dan disepakati dalam agama Islam.

(2) Ada jauh lebih banyak kesamaan dalam mazhab-mazhab Islam dibandingkan dengan perbedaan-perbedaan di antara mereka. Para pengikut/penganut kedelapan mazhab Islam yang telah disebutkan di atas semuanya sepakat dalam prinsip-prinsip utama Islam (Ushuluddin). Semua mazhab yang disebut di atas percaya pada satu Allah yang Maha esa dan Makakuasa; percaya pada al-Qur’an sebagai wahyu Allah; dan bahwa Baginda Muhammad saw adalah Nabi dan Rasul untuk seluruh manusia. Semua sepakat pada lima rukun Islam: dua kalimat syahadat (syahadatayn); kewajiban shalat; zakat; puasa di bulan Ramadhan, dan Haji ke Baitullah di Mekkah. Semua percaya pada dasar-dasar akidah Islam: kepercayaan pada Allah, para malaikat-Nya, kitab-kitabNya, para rasul-Nya, hari akhir, dan takdir baik dan buruk dari sisi Allah. Perbedaan di antara ulama kedelapan mazhab Islam tersebut hanya menyangkut masalah- masalah cabang agama (furu’) dan tidak menyangkut prinsip-prinsip dasar (ushul) Islam.

Perbedaan pada masalah-masalah cabang agama tersebut adalah rahmat Ilahi. Sejak dahulu dikatakan bahwa keragaman pendapat di antara ‘ulama adalah hal yang baik.

(3) Mengakui kedelapan mazhab dalam Islam tersebut berarti bahwa mengikuti suatu metodologi dasar dalam mengeluarkan fatwa: tidak ada orang yang berhak mengeluarkan fatwa tanpa keahlihan pribadi khusus yang telah ditentukan oleh masing-masing mazhab bagi para pengikutnya. Tidak ada orang yang boleh mengeluarkan fatwa tanpa mengikuti metodologi yang telah ditentukan oleh mazhab-mazhab Islam tersebut di atas. Tidak ada orang yang boleh mengklaim untuk melakukan ijtihad mutlak dan menciptakan mazhab baru atau mengeluarkan fatwa-fatwa yang tidak bisa diterima hingga membawa umat Islam keluar dari prinsip-prinsip dan kepastian-kepastian Syariah sebagaimana yang telah ditetapkan oleh masing-masing mazhab yang telah disebut di atas.

(4) Esensi Risalah Amman, yang ditetapkan pada Malam Lailatul Qadar tahun 1425 H dan dideklarasikan dengan suara lantang di Masjid Al-Hasyimiyyin, adalah kepatuhan dan ketaatan pada mazhab-mazhab Islam dan metodologi utama yang telah ditetapkan oleh masing-masing mazhab tersebut. Mengikuti tiap-tiap mazhab tersebut di atas dan meneguhkan penyelenggaraan diskusi serta pertemuan di antara para penganutnya dapat memastikan sikap adil, moderat, saling memaafkan, saling menyayangi, dan mendorong dialog dengan umat-umat lain.

(5) Kami semua mengajak seluruh umat untuk membuang segenap perbedaan di antara sesama Muslim dan menyatukan kata dan sikap mereka; menegaskan kembali sikap saling menghargai; memperkuat sikap saling mendukung di antara bangsa-bangsa dan negara-negara umat Islam. Memperkukuh tali persaudaraan yang menyatukan mereka dalam saling cinta di jalan Allah. Dan kita mengajak seluruh Muslim untuk tidak membiarkan pertikaian di antara sesama Muslim dan tidak membiarkan pihak-pihak asing mengganggu hubungan di antara mereka. Allah SWT berfirman:
“Sesungguhnya orang-orang beriman adalah bersaudara. Maka itu islahkan hubungan di antara saudara-saudara kalian dan bertakwalah kepada Allah sehingga kalian mendapat rahmat-Nya”(QS.Al-Hujurat,(49):10).

Amman, Mamlakah Arabiyyah Yordania, 27-29 Jumadil Ula 1426 H./ 4-6 Juli 2005.

Dewan Penanda Tangan Fatwa Konferensi Ulama Islam Internasional :

AFGHANISTAN

1. YTH. Nusair Ahmad Nour Dubes Afghanistan untuk Qatar

ALJAZAIR

1. YTH. Lakhdar Ibrahimi
Utusan Khusus Sekjen PBB; Mantan Menlu Aljazair
2. Prof. Dr. Abd Allah bin al-Hajj Muhammad Al Ghulam Allah Menteri Agama
3. Dr. Mustafa Sharif Menteri Pendidikan
4. Dr. Sa’id Shayban Mantan Menteri Agama
5. Prof. Dr. Ammar Al-Talibi Departemen Filsafat, University of Algeria
6. Mr. Abu Jara Al-Sultani Ketua LSM Algerian Peace Society Movement

AUSTRIA

1. Prof. Anas Al-Shaqfa Ketua Komisi Islam
2. Mr. Tar afa Baghajati Ketua LSM Initiative of Austrian Muslims

AUSTRALIA

1. Shaykh Salim ‘Ulwan al-Hassani Sekjen, Darulfatwa, Dewan Tinggi Islam

AZERBAIJAN

1. Shaykh Al-Islam Allah-Shakur bin Hemmat Bashazada Ketua Muslim Administration of the Caucasus

BAHRAIN

1. Syaikh Dr. Muhammad Ali Al-Sutri Menteri Kehakiman
2. Dr. Farid bin Ya’qub Al-Miftah sekretaris Kementerian Agama

BANGLADESH

1. Prof. Dr. Abu Al-Hasan Sadiq
Rektor Asian University of Bangladesh

BOSNIA dan HERZEGOVINA

1. Prof. Dr. Syaikh Mustafa Ceric
Ketua Majlis ‘Ulama’dan Mufti Besar Bosnia dan Herzegovina
2. Prof. Hasan Makic Mufti Bihac
3. Prof. Anes Lj evakovic Peneliti dan Pengajar, Islamic Studies College

BRAZIL

1. Syaikh Ali Muhmmad Abduni Perwakilan International Islamic Youth Club di Amerika Latin

KANADA

1. Shaykh Faraz Rabbani Guru, Hanafijurisprudence,

REPUBLIK CHAD

1. Shaykh Dr. Hussein Hasan Abkar
Presiden, Higher Council for Islamic Affair; Imam Muslim, Chad

MESIR

1. Prof. Dr. Mahmud Hamdi Zaqzuq Menteri Agama
2. Prof. Dr. Ali Jumu’a Mufti Besar Mesir
3. Prof. Dr. Ahmad Muhammad Al-Tayyib Rektor Universitas Al-Azhar University
4. Prof. Dr. Kamal Abu Al-Majd
Pemikir Islam; Mantan Menteri Informasi;
5. Dr. Muhammad Al-Ahmadi Abu Al-Nur
Mantan Menteri Agama Mesir; Profesor Fakultas Syariah, Yarmouk University, Jordan
6. Prof. Dr. Fawzi Al-Zifzaf
Ketua Masyayikh Al-Azhar; Anggota the Academy of Islamic Research
7. Prof. Dr. Hasan Hanafi
Peneliti dan Cendekiawan Muslim, Departemen Filsafat, Cairo University
8. Prof. Dr. Muhammad Muhammad Al-Kahlawi Sekjen Perserikatan Arkeolog Islam;
Dekan Fakultas Studi Kesejarahan Kuno, Cairo University
9. Prof. Dr. Ayman Fuad Sayyid
Mantan Sekjen, Dar al-Kutub Al-Misriyya
10. Syaikh Dr. Zaghlul Najjar
Anggota Dewan Tinggi Urusan Islam, Mesir
11. Syaikh Moez Masood Dai Islam
12. Dr. Raged al-Sirjani
13. Dr. Muhammad Hidaya

PERANCIS

1. Syaikh Prof. Dalil Abu Bakr Ketua Dewan Tinggi Urusan Agama Islam dan Dekan Masjid Paris
2. Dr. Husayn Rais Direktur Urusan Budaya, Masjid Jami’ Paris

JERMAN

1. Prof. Dr. Murad Hofmann Mantan Dubes Jerman untuk Maroko
2. Syaikh Salah Al-Din Al- Ja’farawi Asisten Sekjen World Council for Islamic Propagation

INDIA

1. H.E. Maulana Mahmood Madani Anggota Parlemen
Sekjen Jamiat Ulema-i-Hind
2. Ja’far Al-Sadiq Mufaddal Sayf Al-Din Cendikiawan Muslim
3. Taha Sayf Al-Din Cendikiawan Muslim
4. Prof. Dr. Sayyid Awsaf Ali Rektor Hamdard University
5. Prof. Dr. Akhtar Al-Wasi Dekan College of Humanities and Languages

INDONESIA

1. Dr. Tutty Alawiyah Rektor Universitas Islam Al-Syafi’iyah
2. Rabhan Abd Al-Wahhab Dubes RI untuk Yordania
3. KH Ahmad Hasyim Muzadi Mantan Ketua Umum PBNU
4. Rozy Munir
Mantan Wakil Ketua PBNU
5. Muhamad Iqbal Sullam
International Conference of Islamic Scholars, Indonesia

ITALIA

1. Mr. Yahya Sergio Pallavicini Wakil Ketua, Islamic Religious Community of Italy (CO.RE.IS.)

MALADEWA

1. Dr. Mahmud Al-Shawqi Menteri Pendidikan

REPUBLIK ISLAM IRAN

1. Ayatollah Syaikh Muhammad Ali Al-Taskhiri
Sekjen Majma Taqrib baynal Madzahib Al-Islamiyyah.
2. Ayatollah Muhammad Waez-zadeh Al-Khorasani
Mantan Sekjen Majma Taqrib baynal Madzahib Al-Islamiyyah
3. Prof. Dr. Mustafa Mohaghegh Damad
Direktur the Academy of Sciences; Jaksa; Irjen Kementerian Kehakiman
4. Dr. Mahmoud Mohammadi Iraqi
Ketua LSM Cultural League and Islamic Relations in the Islamic Republic of Iran
5. Dr. Mahmoud Mar’ashi Al-Najafi
Kepala Perpustakaan Nasional Ayatollah Mar’ashi Al-Najafi
6. Dr. Muhammad Ali Adharshah
Sekjen Masyarakat Persahabatan Arab-Iran
7. Shaykh Abbas Ali Sulaymani
Wakil Pemimpin Spiritual Iran di wilayah Timur Iran

IRAQ

1. Grand Ayatollah Shaykh Husayn Al-Mu’ayyad Pengelola Knowledge Forum
2. Ayatollah Ahmad al-Bahadili Dai Islam
3. Dr. Ahmad Abd Al-Ghaffur Al-Samara’i Ketua Diwan Waqaf Sunni

YORDANIA

1. Prof. Dr. Ghazi bin Muhammad
Utusan Khusus Raja Abdullah II bin Al-Hussein
2. Syaikh Izzedine Al-Khatib Al-Tamimi Jaksa Agung
3. Prof. Dr. Abdul-Salam Al-Abbadi Mantan Menteri Agama
4. Prof. Dr. Syaikh Ahmad Hlayyel
Penasehat Khusus Raja Abdullah dan Imam Istana Raja
5. Syaikh Said Al-Hijjawi Mufti Besar Yordania
6. Akel Bultaji Penasehat Raja
7. Prof. Dr. Khalid Touqan Menteri Pendidikan dan Riset
8. Syaikh Salim Falahat
Ketua Umum Ikhwanul Muslimin Yordania
9. Syaikh Dr. Abd Al-Aziz Khayyat Mantan Menteri Agama
10. Syaikh Nuh Al-Quda
Mantan Mufti Angkatan Bersenjata Yordania
11. Prof. Dr. Ishaq Al-Farhan Mantan Menteri Pendidikan
12. Dr. Abd Al-Latif Arabiyyat Mantan Ketua DPR Yordania; Shaykh Abd Al-Karim Salim Sulayman Al-Khasawneh Mufti Besar Angkatan Bersenjata Yordania
13. Prof. Dr. Adel Al-Toweisi Menteri Kebudayaan
14. Mr.BilalAl-Tall
Pemimpin Redaksi Koran Liwa’
15. Dr. Rahid Sa’id Shahwan
Fakultas Ushuluddin, Balqa Applied University

KUWAIT

1. Prof. Dr. Abdullah Yusuf Al-Ghoneim Kepala Pusat Riset dan Studi Agama
2. Dr. Adel Abdullah Al-Fallah Wakil Menteri Agama

LEBANON

1. Prof. Dr. Hisham Nashabeh Ketua Badan Pendidikan Tinggi
2. Prof. Dr. Sayyid Hani Fahs Anggota Dewan Tinggi Syiah
3. Syaikh Abdullah al-Harari Ketua Tarekat Habashi
4. Mr. Husam Mustafa Qaraqi Anggota Tarekat Habashi
5. Prof. Dr. Ridwan Al-Sayyid Fakultas Humaniora, Lebanese University; Pemred Majalah Al-Ijtihad
6. Syaikh Khalil Al-Mays Mufti Zahleh and Beqa’ bagian Barat

LIBYA

1. Prof. Ibrahim Al-Rabu Sekretaris Dewan Dakwah Internasional
2. Dr. Al-Ujaili Farhat Al-Miri Pengurus International Islamic Popular Leadership

MALAYSIA

1. Dato’ Dr. Abdul Hamid Othman Menteri Sekretariat Negara
2. Anwar Ibrahim Mantan Perdana Menteri
3. Prof. Dr. Muhamad Hashem Kamaly
Dekan International Institute of Islamic Thought and Civilisation
4. Mr. Shahidan Kasem Menteri Negara Bagian Perlis, Malaysia
5. Mr. Khayri Jamal Al-Din Wakil Ketua Bidang Kepemudaan UMNO

MAROKO

1. Prof. Dr. Abbas Al-Jarari Penasehat Raja
2. Prof. Dr. Mohammad Farouk Al-Nabhan Mantan Kepala DarAl-Hadits Al-Hasaniyya
3. Prof. Dr. Ahmad Shawqi Benbin Direktur Perpustakaan Hasaniyya
4. Prof. Dr. Najat Al-Marini
Departemen Bahasa Arab, Mohammed V University

NIGERIA

1. H.H. Prince Haji Ado Bayero Amir Kano
2. Mr. Sulayman Osho
Sekjen Konferensi Islam Afrika

MAMLAKAH OMAN

1. Shaykh Ahmad bin Hamad Al-Khalili Mufti Besar Kesultanan Oman
2. Shaykh Ahmad bin Sa’ud Al-Siyabi Sekjen Kantor Mufti Besar

PAKISTAN

1. Prof. Dr. Zafar Ishaq Ansari Direktur Umum, Pusat Riset Islam, Islamabad
2. Dr. Reza Shah-Kazemi Cendikiawan Muslim
3. Arif Kamal Dubes Pakistan untuk Yordania
4. Prof. Dr. Mahmoud Ahmad Ghazi Rektor Islamic University, Islamabad; Mantan Menteri Agama Pakistan

PALESTINA

1. Shaykh Dr. Ikrimah Sabri Mufti Besar Al-Quds dan Imam Besar Masjid Al-Aqsa
2. Shaykh Taysir Raj ab Al-Tamimi Hakim Agung Palestina

PORTUGAL

1. Mr. Abdool Magid Vakil Ketua LSM Banco Efisa
2. Mr. Sohail Nakhooda Pemred Islamica Magazine

QATAR

1. Prof. Dr. Shaykh Yusuf Al-Qaradawi
Ketua Persatuan Internasional Ulama Islam
2. Prof. Dr. Aisha Al-Mana’I Dekan Fakultas Hukum Islam, University of Qatar

RUSIA

1. Shaykh Rawi Ayn Al-Din Ketua Urusan Muslim
2. Prof. Dr. Said Hibatullah Kamilev Direktur, Moscow Institute of Islamic Civilisation
3. Dr. Murad Murtazein Rektor, Islamic University, Moskow

ARAB SAUDI

1. Dr. Abd Al-Aziz bin Uthman Al-Touaijiri
Direktur Umum, The Islamic Educational, Scientific and Cultural Organization (ISESCO)
2. Sayyid al-Habib Muhammad bin Abdurrahman al-Seggaf

SENEGAL

1. Al-Hajj Mustafa Sisi Penasehat Khusus Presiden Senegal

SINGAPURA

1. Dr. Yaqub Ibrahim Menteri Lingkuhan Hidup dan Urusan Muslim

AFRIKA SELATAN

1. Shaykh Ibrahim Gabriels Ketua Majlis Ulama Afrika Utara South African ‘Ulama’

SUDAN

1. Abd Al-Rahman Sawar Al-Dhahab Mantan Presiden Sudan
2. Dr. Isam Ahmad Al-Bashir Menteri Agama
SWISS
1. Prof. Tariq Ramadan Cendikiawan Muslim

SYRIA (Suriah)

1. Dr. Muhammad Sa’id Ramadan Al-Buti Dai, Pemikir dan Penulis Islam
2. Prof. Dr. Syaikh Wahba Mustafa Al-Zuhayli Ketua Departemen Fiqih, Damascus University
3. Syaikh Dr. Ahmad Badr Hasoun Mufti Besar Syria

THAILAND

1. Mr. Wan Muhammad Nur Matha Penasehat Perdana Menteri
2. Wiboon Khusakul Dubes Thailand untuk Irak

TUNISIA

1. Prof. Dr. Al-Hadi Al-Bakkoush Mantan Perdana Menteri Tunisia
2. Dr. Abu Baker Al-Akhzuri Menteri Agama

TURKI

1. Prof. Dr. Ekmeleddin I lis an og hi Sekjen Organisasi Konferensi Islam (OKI)
2. Prof. Dr. Mualla Saljuq
Dekan Fakultas Hukum, University of Ankara
3. Prof. Dr. Mustafa Qag nci Mufti Besar Istanbul
4. Prof. Ibrahim Kafi Donmez Profesor Fiqih University of Marmara

UKRAINA

1. Shaykh Dr. Ahmad Tamim Mufti Ukraina

UNI EMIRAT ARAB

1. Mr. Ali bin Al-Sayyid Abd Al-Rahman Al-Hashim Penasehat Menteri Agama
2. Syaikh Muhammad Al-Banani Hakim Pengadilan Tinggi
3. Dr. Abd al-Salam Muhammad Darwish al-Marzuqi Hakim Pengadilan Dubai

INGGRIS

1. Syaikh Abdal Hakim Murad / Tim Winter Dosen, University of Cambridge
2. Syaikh Yusuf Islam /Cat Steven Dai Islam dan mantan penyanyi
3. Dr.FuadNahdi Pemimpin Redaksi Q-News International
4. SamiYusuf Penyanyi Lagu-lagu Islam

AMERIKA SERIKAT

1. Prof. Dr. Seyyed Hossein Nasr
Penulis dan profesor Studi-studi Islam, George Washington University
2. Syaikh Hamza Yusuf Ketua Zaytuna Institute
3. Syaikh Faisal Abdur Rauf Imam Masjid Jami Kota New York
4. Prof. Dr. Ingrid Mattson Profesor Studi-studi Islam, Hartford Seminary; Ketua Masyarakat Islam Amerika Utara (ISNA)

UZBEKISTAN

1. Syaikh Muhammad Al-Sadiq Muhammad Yusuf Mufti Besar

YAMAN

1. Syaikh Habib ‘Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafiz Ketua Madrasah Dar al-Mustafa, Tarim

cerita syiah

Kisah nyata wanita yang bernama Aisyah ini terjadi di kota Medan, sebelum Aisyah pergi ke masjid untuk mengisi kajian ibu-ibu dekat rumah, dia menyempatkan untuk mampir dulu ke rumah sepupu karena ingin mengambil kitab Fiqih Sunnah yang beberapa hari lalu dipinjamkan kepada sepupunya karena Aisyah akan membawanya ke pengajian.

Ternyata di rumah sepupunya sedang ada tamu yang penampilannya sangat islami, Kemudian Aisyah bertanya kepada sepupunya.

Siapa mereka?

Sepupunya menjawab: Mereka itu temanku sewaktu SMA. Kemudian Aisyah memuji penampilan mereka yang sangat Islami, dia berkata: "nah begitu dong kamu seharusnya, pakai pakaian yang tertutup (jilbab besar)".

Sepupunya menimpali: "Tapi pemahaman mereka beda dengan pemahamanmu yang kau ajarkan padaku Aisyah."

Aisyah pun bertanya: "Memang bagaimana perbedaannya?"

Sepupunya menjawab: "Lebih baik kau bicara sendiri dengan mereka."

Aisyah menjawab: "Tapi aku sedang ada pengajian."

Sepupunya berkata: "Sebentar saja, setidaknya kau bisa mengetahui perbedaan pemahamanmu dengan mereka."

Baiklah kata Aisyah.

Kemudian Aisyah ikut duduk di ruang tamu dengan mereka dan mengucapkan salam.

Setelah ngobrol beberapa waktu, Aisyah sudah bisa memastikan bahwa mereka ini adalah wanita-wanita Syiah.

Lalu Aisyah beranikan diri untuk bertanya: Kalian penganut syiah?
Si tamu pun menjawab: Benar.

Aisyah berkata: Subhanallah, sungguh indah penampilan wanita-wanita Syiah..

Si tamu pun tertawa ringan dan berkata: Terima kasih tapi memang beginilah kami di ajarkan dan kami kemari pun dengan tujuan mengajak teman kami ini (sepupu Aisyah) untuk ikut dalam pengajian kami. Jika mbak Aisyah ingin ikut juga, mari sama-sama.

Aisyah menjawab: Aisyah tertarik sekali ukht, tapi Aisyah sekarang sedang ada keperluan. Bagaimana kalau nanti malam kalian sempatkan datang ke rumah Aisyah untuk mendakwahi Aisyah dan keluarga Aisyah tentang ajaran yang kalian anut, apa kalian punya waktu?

Si tamu pun berkata: Tentu, tentu kami akan datang.

Aisyah mengatakan: Alhamdulillah, nanti Husna (sepupunya) akan menemani kalian, rumah Aisyah dekat dari sini kok.

Kemudian Aisyah pamit, sepupunya mengantarkan ke depan pagar dan bertanya: Aku gak ngerti aisyah, untuk apa kami ke rumahmu?

Aisyah menjawab: Nanti kau akan tau Husna

Sepupunya membalas: Duh syah, jangan gitu, bilang aja..

Aisyah: Mereka sedang berniat untuk mensyiahkanmu Husna, sementara sudah pernah kukatakan bahwa Syiah itu jauh dari Islam.

Maka nanti malam in sya Allah kita yang akan mengembalikan pemahaman mereka ke pemahaman yang benar, in sya Allah.

Setelah selesai shalat Isya' beberapa menit kemudian datanglah mereka ke rumah Aisyah. Tapi Aisyah melihat mereka bersama seorang lelaki dan penampilannya juga luar biasa islaminya, berjubah putih dan imamah hitam.

Aisyah senyum saja dan sudah tau bahwa ini lah orang yang akan mereka andalkan dalam mendakwahi Aisyah sekeluarga.

Wanita-wanita itu memberi salam dan Aisyah menjawab salam mereka dengan senyum tapi Aisyah tidak langsung mempersilahkan mereka masuk rumah.

Aisyah berkata: afwan ukht, tunggu dulu, sebelum masuk rumah, Aisyah harus minta izin dulu pada mahram Aisyah, sebab kalian membawa seorang lelaki.

Mereka mengangguk saja dan tersenyum manis.

Aisyah bertanya pada abangnya: Bang, apakah laki-laki ini boleh masuk?

Abang Aisyah menjawab: Boleh.. biar abang yang menemani kalian. Kemudian masuklah mereka semua, dan memperkenalkan laki-laki yang ada bersama mereka, ternyata benar bahwa laki-laki itu yang membimbing mereka dan yang mengisi dakwah di pengajian mereka.

Singkat cerita, setelah basa-basi selama 3-4 menit maka dakwah mereka pun di mulai.

Salah seorang tamu tadi bertanya: Mbak Aisyah nama lengkapnya siapa?

Aisyah menjawab: Aisyah bintu Umar al Muhsin bin Abdul Rahman Salsabila, kenapa ya ukhty?

Si tamu: Wow panjang juga ya hehe.. oh enggak hanya kami ingin memanggil mbak dengan nama yang lain, bagaimana jika kami panggil dengan Salsa saja?

Aisyah sudah menyadari bahwa mereka tidak akan suka dengan nama Aisyah, sebab serupa dengan nama istri Rasulullah, dan mereka sangat benci kepada ummul mukminin Aisyah.. na'udzu billah min dzalik

Aisyah pun tersemnyum dan berkata: Boleh juga, tapi boleh tau alasannya apa ya ukht?

Si tamu: Kami tidak menyukai nama itu sebab .......... (dia cerita cukup panjang dan intinya menjelek-njelekkan ummul mukminin Aisyah).

Tiba-tiba si laki-laki (ustadz Syiah) yang mereka ajak itu angkat suara.

Ustadz Syiah itu berkata: Aisyah itu adalah pendusta dan pezina, semoga Allah membakarnya di neraka.

Mendengar ucapan orang bodoh ini mata Aisyah spontan tertutup dan hati aisyah terasa bergetar.. kemudian Aisyah menundukkan kepala dan mengucap istighfar, dan memohon pada Allah agar dikuatkan mendengar fitnah keji dari mulut-mulut yang masih jahil, kemudian setelah tenang, Aisyah angkat kepala dan senyum pada mereka dan membuat situasi seolah-olah Aisyah tidak tau tentang hal itu.

Aisyah berkata: Masya Allah, benarkah begitu ustadz?

Ustadz Syiah menjawab: Benar, dialah penyebab wafatnya rasulullah, dia yang meracuni rasulullah hingga wafat.. semoga laknat selalu menyertainya.

Air mata aisyah menetes mendengar ucapan orang ini, dalam hatinya bagai tersayat-sayat.. seorang ibu dihina di depan anak-anaknya, rasanya ingin melemparkan gelas ini ke wajahnya. Aisyah pun melihat abangnya sudah mengenggam kedua tangannya dan menahan amarah. Namun sebelumnya Aisyah sudah mengiingatkan kepada abangnya bahwa diskusi ini tentu akan membuat hati panas.

Aisyah pun menimpali: Astaghfirullah, sehebat itukah fitnahnya?

Si tamu wanita menjawab: Kok fitnah mbak? itu nyatanya, nih kami bawa kitab tafsir Al Ayyasyi (kitab Syiah) didalamnya terdapat bukti, bahkan Abdullah bin Abbas mengatakan Aisyah adalah seorang pelacur, ini ada kitabnya.

Dia keluarkan kitab tapi Aisyah lupa nama kitabnya, ma'rifat rijal kalau Aisyah tidak salah ingat. DanAisyah melihat memang isinya benar seperti yang mereka ucapkan.

Singkat cerita, mereka terus menghina Aisyah dan para sahabat, sampai telinga ini seperti sudah bengkak.

Akhirnya Aisyah tidak tahan dan berkata pada mereka: Sebentar ustadz, Aisyah mau ambil kitab Syiah punya Aisyah, ada yang ingin Aisyah tanyakan mengenai isinya.

Ustadz Syiah menjawab: Silahkan.
Aisyah sudah siapkan satu soal yang akan menunjukkan jati diri mereka, apakah mereka orang yang cerdas atau cuma bisa ngomong besar.

Dan pertanyaan ini juga pernah ditanyakan oleh syaikh Adnan kepada seorang syaikh Syiah, tapi syaikh Syiah malah bingung menjawabnya.

Aisyah berkata sambil menyodorkan kitabnya: Nih dia kitabnya.
Ustadz Syiah: Oh saya juga punya itu, Al Ghaibah, kebetulan saya bawa hehe.

Aisyah berkata: Oh iya, kebetulan..
Si tamu wanita berkata: Hehe, Allah memudahkan urusan kita hari ini.

Aisyah tersenyum ringan melihat tingkah laku mereka.

Aisyah berkata: Begini ustadz, di dalam kitab ini disebutkan tentang beberapa wasiat rasul kepada imam ali, benarkah ini ustadz?

Ustadz Syiah: Halaman berapa?

Aisyah: 150 no 111

Ustadz Syiah: Sebentar saya lihat. Ya, benar, lalu apa yang ingin ditanyakan dari wasiat yg mulia ini?

Aisyah: Masih berlakukah wasiat ini ustadz?

Ustazd Syiah: Tentu, sampai hari kiamat.

Aisyah: Di dalam kitab ini rasul berwasiat
"Yaa 'Aliy anta washiyyi 'ala ahli baiti hayyihim wa mayyitihim wa 'ala nisa-i. fa man tsabbattuha laqiyatniy ghadan, wa man tholaqtuha fa ana bari’un minha".

Ustadz Syiah hanya bergumam

Aisyah: Benarkah ini ustadz?

Ustadz Syiah: Bagaimana kamu mengartikan kalimat wasiat itu.

Aisyah: Isi wasiat ini adalah
"wahai 'Ali engkau adalah washiy ahlul baitku (penjaga ahlul baitku) baik mereka yang masih hidup maupun yg sudah wafat, dan juga ISTRI-ISTRIKU. Siapa diantara mereka yang aku pertahankan, maka dia akan berjumpa denganku kelak. Dan barang siapa yang aku ceraikan, maka aku berlepas diri darinya, ia tidak akan melihatku dan aku tidak akan melihatnya di padang mahsyar."
Benarkah ini ustadz?

Ustadz Syiah: Benar ini wasiatnya.

Aisyah: Yang ingin saya tanyakan, apakah Aisyah istri Rasulullah itu pernah dicerai oleh Rasulullah?

Ustadz Syiah begumam dan berkata: Tidak..

Aisyah: Apakah Aisyah di pertahankan Rasulullah sampai Rasulullah wafat?

Ustadz Syiah: Ya benar.

Aisyah: Lalu kenapa tadi ustadz bilang Aisyah itu masuk neraka sedangkan dalam wasiat ini Aisyah tergolong orang yang masuk surga??

Ustadz Syiah: Bukan seperti itu maksud dari wasiat ini mbak Salsa.
Aisyah tersenyum melihat tingkah si ustadz dan Aisyah melirik kedua wanita syiah tadi yang mulai hilang senyumannya.

Aisyah: Entahlah ustadz tapi inilah isi dari kitab Syiah dan ini adalah wasiat dari Rasulullah, berarti wasiat ini tidak lagi dianggap oleh orang Syiah sendiri ya ustadz?

Ustadz Syiah: Oooh tidak begitu tapi,, tapi bukan begitu cara menafsirkannya.

Dan akhirnya dia menjelaskan tentang penafsirannya tapi sedikitpun tidak masuk akal bahkan kedua wanita syiah itu sendiri pun terlihat bingung mendengar penjelasan si Ustadz Syiah.

Abang Aisyah pun berkata: Ustadz, saya tidak faham dengan penjelasan antum, mohon diulangi ustadz.

Ustadz Syiah tersebut mulai gelisah.

Ustadz Syiah: Begini, intinya hadits wasiat ini dinilai oleh ahli ilmu hadits Syiah dan tentunya berdasarkan ilmu hadits Syiah adalah lemah sekali bahkan sampai derajat palsu.

Aisyah berkata dalam hati: Wah ini ustadz mulai aneh. tadi katanya wasiat ini masih berlaku sampai hari kiamat, sekarang menyatakannya sebagai hadits palsu.

Aisyah diam beberapa saat memikirkan bagaimana cara membuat orang ini terdiam dan malu karena pendapatnya sendiri.

Aisyah: Sudah-sudah, cukup, mungkin ini terlalu rumit pertanyaannya, nih ada pertanyaan lagi ustadz.

Seperti yang pernah saya dengar bahwa Syiah menganggap bahwa Ali lah yg seharusnya menjadi khalifah setelah wafatnya Rasulullah, apakah benar?

Ustadz Syiah: Ya benar sekali, tapi Abu Bakar rakus akan kekuasaan sampai-sampai dia berbuat kezaliman dan makar yang besar, diikuti pula oleh Umar dan Utsman.

Aisyah: Apakah ada dalil yang menunjukkan Ali sebagai orang yang dipilih Rasul menjadi khalifah sesudah wafatnya beliau?

Ustadz Syiah: Tentu ada, hadits Ghadir Khum , ketika Nabi sedang menunaikan haji wada' disertai beberapa orang sahabat besar, Nabi berkata kepada Buraidah: "Hai Buraidah barangsiapa menganggap aku sebagai pemimpinnya, maka terimalah Ali sebagai pemimpin..”

Aisyah: Ustadz, kalau saya tidak mengamalkan dan sengaja menolak apa yang diperintahkan Nabi, kira-kira apa hukuman buat saya ustadz?

Ustadz Syiah: Mbak Salsabila bisa dihukumi kafir karena mendustakan Nabi.

Aisyah: Astaghfirullah, berarti imam Ali pun telah kafir dalam hal ini ustadz, sebab dia tidak mengindahkan perintah Nabi, jika memang ini dalil yang menunjukkan Ali sebagai khalifah, bahkan imam Ali membai'at Abu Bakar, maka Abu Bakar pun di hukumi kafir, begitu juga Umar, dan semua sahabat yang menyaksikan ketika itu semuanya kafir, sebab yang menjadi pesan Rasul adalah man kuntu maulahu fa 'Aliyyun maulahu, siapa menganggap aku sebagai pemimpinnya, maka terimalah Ali sebagai pemimpin.
Benarkah begitu ustadz? Atau haditsnya palsu juga?

Ustadz Syiah: Hmmmm.. Haditsnya shahih.. tapi bukan begitu juga maksudnya.

Aisyah: Tapi tunggu ustadz, sebelum ustadz jelaskan maksudnya saya pengen tanya lagi biar kelar. Apakah setelah imam Ali yang akan menjadi khalifah adalah anaknya Al Hasan?

Ustadz Syiah: Ya benar sekali, tidak bisa dipungkiri.

Aisyah: Ada dalilnya? Shahih apa tidak?

Ustadz Syiah: Ada, shahih jiddan (sekali).

Aisyah: Bagaimana bunyinya?

Ustadz Syiah: Wahai Ali engkau adalah khalifahku untuk umatku sepeninggalku, maka jika telah dekat kewafatanmu maka serahkanlah kepada anakku Al Hasan,,
hadits ini cukup panjang menjelaskan tentang 12 imam.

Aisyah: Ustadz coba lihat kembali kitab Al Ghaibah yang berisi tentang wasiat Rasul tadi. Tidakkah isinya sama dengan yg baru saja ustadz sebutkan?

Ustadz Syiah: Sebentar.. oh iya sama.

Aisyah: Bukankah tadi saat kita membahas tentang keberadaan Aisyah di sorga, ustadz katakan hadits ini palsu?, tapi sekarang saat membahas tentang dalil kekhalifahan Ali dan Hasan malah ustadz berbalik mengatakan hadits ini shahih jiddan???

Ustadz Syiah pun diam seribu bahasa. Aisyah melihat raut ustadz berubah dari biasanya, mau senyum tapi tanggung, mau pulang tapi malu.

Aisyah: Ustadz, saya pernah dengar dari teman-teman saya bahwa Syiah itu suka bertaqiyah. Apakah ini bagian dari taqiyah itu?

Abang Aisyah: Hahahaha.. ustadz, akuilah bahwa Aisyah radhiyallahu 'anha adalah penghuni surga, Abu bakar adalah khalifah pertama, Umar kedua, Utsman ketiga,dan Ali keempat,
kita semua mencintai ahlul bait ustadz, Ali juga setia kepada kepemimpinan Abu bakar, Umar dan Utsman. Dan Ali sangat mencintai ketiga sahabatnya, bahkan sampai-sampai nama anak-anak Ali dari istrinya yang lain (selain Fathimah) diberi nama Abu Bakar, Umar & Utsman ... Apakah ustadz mau menafikan itu semua?

Ustadz Syiah: Hmmmmm.. sebaiknya kami pulang saja.

Aisyah: Tunggu ustadz, ustadz belum menjawab pertanyaan kami.

Ustadz Syiah: Sepertinya kalian sudah tau semua.

Aisyah: Oh berarti ustadz mengakui kebenaran ini?

Ustadz Syiah: Allahu a'lam, saya permisi dulu.

Husna (sepupu Aisyah): Bagaimana dengan kalian(kedua wanita syiah)?

Salah satu dari wanita Syiah angkat bicara: "Saya akan kembali lagi besok kesini dan saya harap Husna mau menemani saya"

Ustadz Syiah: Baiklah kalau begitu kalian tinggal disini dan saya pamit.

Wassalamu 'alaikum..
Kami: Wa'alaikumussalam warahmatullah.

Selesai.

Sumber: Status FB Aisyah Salsabila

Semoga kisah ini membuka mata hati kita dan pengetahuan kita tentang ajaran yang menyimpang, khususnya Syiah di Indonesia. Share dan sebarkan kawan! JANGAN DIABAIKAN karena tentu kita berharap kepada Allah agar Indonesia tidak menjadi "sarang besar" penganut syiah yang sesat. Kita berharap kisah seperti ini mampu membendung laju mereka dan membuka wawasan kita semua agar sadar bahayanya paham syiah.

Semoga bermanfaat. Wassalam

Jumat, 22 Januari 2016

Kamis, 21 Januari 2016

meluruskan

Meluruskan Sang Profesor Goblok

Imam Bukhari adalah orang Bukhara sekarang wilayah Uzbekistan bukan Iran Persia. Goblok…!!!

Imam Turmudzi adalah orang Turmudz sekarang wilayah Uzbekistan bukan Iran Persia.
Goblok…!!!

Imam Daruquthni adalah orang Dar Al Quthn Baghdad Irak bukan Iran Persia.
Goblok…!!!

Ad Dailami adalah wilayah di daerah Yaman Utara bukan Iran Persia.
Goblok…!!!

Pencipta Ilmu Balaghoh dan Kesastraan Arab bukan Amir Bin Ubaid orang Mu’tazilah tapi Imam Abdul Qohir Bin Abdurrahman Al Jurjani Sunni bermazhab Asy’ari.

Imam Abu Hanifah Lahir di Kufah wilayah Irak bukan Iran Persia.

Imam Ahmad Bin Hanbal lahir di Baghdad Irak bukan Iran Persia.

Pernyataan yang sangat konyol dari seorang profesor. Kalau mau membela syiah jangan menggunakan sumber ngawur. Mungkin sebagian Ulama memang lahir di wilayah Iran seperti Imam Muslim dan Abu Dawud dari Naisabur. Tapi dulu Persia adalah wilayah Sunni yang ditaklukkan Amirul Mukminin Umar Bin Khattab Radhiyallahu Anhu. Iran Persia baru perlahan berubah aqidah menjadi syiah dimasa Dinasti Shafawiyah pada tahun 1500 Masehi yang terkenal sangat radikal membantai Ahlus Sunnah. Jadi Syiah baru berkuasa di Persia Iran sekitar 5 Abad dan 10 Abad sebelumnya dikuasai Ahlus Sunnah Wal Jama’ah.

Sangat aneh jika seorang Said Agil membela syiah dengan menyebut para Imam Ahlus Sunnah dalam ilmu hadits yang menurutnya semua berasal dari syiah persia padahal klaim dusta dan goblok. Namun anehnya sekte syiah justru tidak mau meyakini riwayat hadits dari para Imam Hadits mazhab Sunni seperti Shahih Bukhari dan Muslim. Wallahu Alam

Rabu, 20 Januari 2016

kejahatan

Seorang profesor yg atheis berbicara dlm sebuah kelas.
Profesor: "Apakah Allah menciptakan segala yg ada?"
Para mahasiswa: "Betul, Dia pencipta segalanya."
Profesor: "Jika Allah menciptakan segalanya, berarti Allah juga menciptakan kejahatan."
(Semua terdiam, kesulitan menjawab hipotesis profesor itu).
Tiba², suara seorang mahasiswa memecah kesunyian.
Mahasiswa: "Prof, saya ingin bertanya. Apakah dingin itu ada?"
Profesor: "Pertanyaan macam apa itu? Tentu saja, dingin itu ada."
Mahasiswa: "Prof, dingin itu tidak ada.Menurut hukum fisika, yg kita anggap dingin sebenarnya adalah ketiadaan panas. Suhu -460 derajat Fahrenheit adalah ketiadaan panas sama sekali. Semua partikel menjadi diam, tidak bisa bereaksi pd suhu tsb. Kita menciptakan kata 'dingin' untuk mengungkapkan ketiadaan panas.
Selanjutnya, apakah gelap itu ada?"
Profesor: "Tentu saja ada!"
Mahasiswa "Anda salah, Prof! Gelap jg tidak ada.Gelap adalah keadaan di mana tiada cahaya.Cahaya bisa kita pelajari, sedangkan gelap tidak bisa. Kita bisa menggunakan prisma Newton untuk mengurai cahaya menjadi beberapa warna dan mempelajari panjang gelombang setiap warna. Tapi, Anda tdk bisa mengukur gelap. Seberapa gelap suatu ruangan diukur melalui berapa besar intensitas cahaya di ruangan itu. Kata 'gelap' dipakai manusia untuk menggambarkan ketiadaan cahaya.
Jadi, apakah kejahatan/kemaksiatan itu ada?"
Profesor mulai bimbang, tp menjawab: "Tentu saja ada."
Mahasiswa: "Sekali lagi anda salah, Prof! Kejahatan itu tidak ada.Allah tidak menciptakan kejahatan/kemaksiatan. Seperti dingin & gelap, 'kejahatan' adalah kata yg dipakai manusia utk menggambarkan ketiadaan Allah dalam dirinya. Kejahatan adalah hasil dr tidak hadirnya Allah dlm hati manusia.
Dosa terjadi krn manusia lupa hadirkan Allah dlm hatinya..
Hadirkan Allah dlm hati pd setiap saat, maka akan selamat..Itulah IMAN..
SESUNGGUHNYA DOSA ITU LAHIR SAAT IMAN TIDAK HADIR DALAM HATI KITA........ semoga bermanfaat

Selasa, 19 Januari 2016

martabat tujoh

AHAD, ISNIN DAN ILMU MARTABAT TUJUH

Subhanallah. Terbaca komen seorang hamba Allah bertanyakan secara retorik kenapa hari Ahad tidak dipanggil sebagai hari Wahid? Terus muncul satu rentetan jawaban yang berkaitan dengan ilmu martabat tujuh.

Ia berkenaan ayat Al-Quran yang menyatakan alam dicipta dalam 6 masa. Maksudnya 6 fasa/peringkat tanazulat/penurunan ya, bukannya hari. Sebab pada awal penciptaan mana ada masa apa lagi matahari untuk menyatakan panjangnya suatu hari?

Daripada peringkat Ahad yang Esa (dalam ilmu martabat tujuh ia disebut sebagai martabat Ahadiyah) baru muncul segala ciptaan. Pada peringkat ini tiada sesuatu pun berserta dengannya. Ini adalah martabat yang disebut dalam Hadis Qudsi Kuntu Kanzan Makhfiyan bahawa "Aku adalah harta yang tersembunyi. Aku cipta makhluk supaya Aku dikenali".  Bila masuk peringkat kedua dan seterusnya baru ada wujud yang 'lain'. Maksudnya makhluk atau wujud 'selain Allah' walaupun hakikatnya semua yang wujud tetap bayangan Allah belaka. Kesemua 6 peringkat penurunan dalam proses untuk menzahirkan penciptaan dicampur satu peringkat awal zat Ahad yang Esa itu menjadi 7 peringkat dalam ilmu martabat tujuh.

Yang ini saya sudah lama tahu. Tapi bila dikaitkan dengan nama2 hari, baru tadi dilontarkan ilmu ke dalam hati...

Hari pertama kita sebut sebagai Ahad. Memang kena dengan martabat Ahadiyah tadi.

Hari Isnin kena dengan martabat kedua dalam ilmu martabat tujuh iaitu Wahdah. Pada peringkat inilah dicipta Nur Muhammad, juga dikenali sebagai Hakikat Muhammad.

Ah. Terjawablah juga kenapa baginda Rasulullah SAW dilahirkan pada hari Isnin. Sedangkah sering disebut penghulu hari adalah Jumaat. Kenapa baginda tidak dilahirkan hari Jumaat? Hmmm... :]